PROFIL SINGKAT PANGANDARAN
Kabupaten Pangandaran
Kabupaten Pangandaran | ||
|---|---|---|
| Transkripsi Lain | ||
| • Sunda | ᮊᮘ᮪. ᮕᮍᮔ᮪ᮓᮛᮔ᮪ | |
Pemandangan Teluk Pangandaran | ||
| ||
| Julukan: Hawaii van Jabar | ||
| Motto: Jaya Karsa Makarya Praja[1] (Unggul dalam pemikiran demi menciptakan pemerintahan yang kuat) | ||
Lokasi di Jawa Barat | ||
| Negara | ||
| Provinsi | Jawa Barat | |
| Dasar Hukum | Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2012 | |
| Hari Jadi | 25 Oktober 2012 | |
| Ibukota | Parigi | |
| Kota Terbesar | Pangandaran | |
| Pembagian administratif | 10 kecamatan 93 desa | |
| Pemerintahan | ||
| • Bupati | H. Jeje Wiradinata | |
| • Wakil Bupati | H. Adang Hadari | |
| • DAU | Rp 388.577.785 | |
| Luas | ||
| • Total | 1.680 km2 (650 sq mi) | |
| Titik terendah | 0 m (0 ft) | |
| Populasi (2019) | ||
| • Total | 409.840 | |
| • Kepadatan | 240/km2 (630/sq mi) | |
| Demografi | ||
| • Bahasa | Sunda Jawa Indonesia | |
| • Agama | Islam (99,21%) Kristen (0,78%) Lainnya (0,01%) | |
| • Suku | Sunda Jawa Minangkabau Madura | |
| Zona waktu | UTC+7 (WIB) | |
| Kodepos | 463xx | |
| Kode area | 0265 | |
| Plat kendaraan | Z | |
| IPM | ||
| Situs web | www | |
Kabupaten Pangandaran (aksara Sunda: ᮊᮘ᮪. ᮕᮍᮔ᮪ᮓᮛᮔ᮪) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Ciamis di utara, Kabupaten Cilacap di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Kabupaten Tasikmalaya di barat.
Sejarah
Pada awalnya Desa Pananjung ini dibuka dan ditempati oleh para nelayan dari Suku Sunda. Penyebab pendatang lebih memilih daerah Pangandaran untuk menjadi tempat tinggal karena gelombang laut yang kecil yang membuat mudah untuk mencari ikan.
Karena di Pantai Pangandaran inilah terdapat sebuah daratan yang menjorok ke laut yang sekarang menjadi cagar alam atau hutan lindung, tanjung inilah yang menghambat atau menghalangi gelombang besar untuk sampai ke pantai.
Disinilah para nelayan menjadikan tempat tersebut untuk menyimpan perahu yang dalam Bahasa Sunda disebut andar, setelah beberapa lama banyak berdatangan ke tempat ini dan menetap sehingga menjadi sebuah perkampungan yang disebut Pangandaran.
Lalu para sesepuh terdahulu memberi nama Desa Pananjung karena menurut para sesepuh terdahulu disamping daerah itu terdapat tanjung, di daerah ini pun banyak sekali terdapat tempat keramat di beberapa tempat. Pananjung artinya dalam bahasa sunda pangnanjung-nanjungna (paling subur atau paling makmur).
Pada mulanya Pananjung merupakan salah satu pusat kerajaan, sejaman dengan Kerajaan Galuh Pangauban yang berpusat di Putrapinggan sekitar abad ke-14 Masehi. setelah munculnya Kerajaan Pajajaran di Pakuan.
Nama rajanya adalah Prabu Anggalarang, namun sayangnya Kerajaan Pananjung ini hancur diserang oleh para bajak laut karena pihak kerajaan tidak bersedia menjual hasil bumi kepada mereka, karena pada saat itu situasi rakyat sedang dalam keadaan paceklik. Di masa pemerintahan Hindia Belanda, wilayah Kabupaten Pangandaran ini dikenal dengan nama Kabupaten Sukapura.
Pada tahun 1922, Pananjung dijadikan taman baru oleh Y. Everen (Residen Priangan) pada saat melepaskan seekor banteng jantan, tiga ekor sapi betina dan beberapa ekor rusa. Karena memiliki keanekaragaman satwa dan jenis-jenis tanaman langka, agar kelangsungan habitatnya dapat terjaga maka pada tahun 1934 Pananjung dijadikan suaka alam dan marga satwa dengan luas 530 Ha.
Serta pada tahun 1961 setelah ditemukannya Bunga Raflesia Padma status berubah menjadi cagar alam. Dengan meningkatnya hubungan masyarakat akan tempat rekreasi maka pada tahun 1978 sebagian kawasan tersebut seluas 37,70 Ha dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan disekitarnya sebagai cagar alam laut (470 Ha) sehingga luas kawasan pelestarian alam seluruhnya menjadi 1000 Ha.
Geografi
Batas Wilayah
Berikut merupakan batas wilayah Kabupaten Pangandaran:
| Utara | Kabupaten Ciamis |
| Timur | Kabupaten Cilacap |
| Selatan | Samudera Hindia |
| Barat | Kabupaten Tasikmalaya |
Demografi
Jumlah penduduk
Menurut Sensus penduduk tahun 2019 jumlah penduduk di kabupaten Pangandaran berjumlah sekitar 409.840 jiwa.[2]
Suku bangsa
Suku asli yang mendiami wilayah Pangandaran adalah suku Sunda, suku pendatang di Pangandaran adalah suku Jawa dan sebagian lainnya dari wilayah lain di Indonesia.
Agama
Agama mayoritas yang dianut oleh sebagian besar masyarakat Pangandaran adalah Islam yang juga merupakan agama mayoritas di Jawa Barat.[3]
| Kabupaten | Jumlah Penduduk (2019) | Islam | Kristen | Hindu | Buddha | Lainnya |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Pangandaran | 409.840 | 406.583 | 3.238 | 7 | 10 | 2 |
| Persentase | 100% | 99,21% | 0,78% | 0,01% | < | < |
Komentar
Posting Komentar